Belajar Trading Saham & Keuntungan Berinvestasi Saham Leader Board

Story by: Revanny R. Tristia
Published: August 30, 2019
Viewed 0 times

Revanny is a Content Writer of Astronacci, who has passion to writes and learn about financial and trading.

Secara harafiah, saham adalah dokumen atau surat berharga yang menunjukan kepemilikan atas suatu perusahaan.

Belajar Trading Saham

Namun dalam dunia financial, saham dapat diartikan juga sebagai satuan nilai atau harga dari sebuah perusahaan yang bisa ditransaksikan atau diperjual – belikan di pasar modal. Untuk sebagian orang yang ingin berinvestasi, saham bisa menjadi salah satu dari pilihannya. Biasanya orang-orang akan memilih investasi di deposito, ataupun emas. Namun masih banyak yang meragukan untuk berinvestasi di saham.

Untuk itulah, sebelum memulai investasi di saham, baiknya kita belajar mengenal dan mengetahui seluk beluk dunia saham terlebih dahulu.

Saham Untuk Investasi

Saham untuk investasi bisa menghasilkan keuntungan berlipat ganda jika dibandingkan dengan deposito biasa, tapi ada juga yang malah mengalami kerugian  besar dalam investasi saham.

Investasi pada saham bisa kita lakukan di pasar modal dan prosesnya tidak dilakukan perorangan secara langsung ke perusahaan. Saham dalam dunia pasar modal diartikan sebagai tanda penyertaan modal dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas. Dimana jika kita menanamkan modal saham ke perusahaan tersebut, kita akan memiliki klaim atas pendapatan  dan aset dari perusahaan tersebut.

Berinvestasi dalam saham membutuhkan pengetahuan dan harus banyak belajar. Hal ini dibutuhkan untuk mengasah kemampuan analisis kita agar tidak terjadi salah perhitungan dan pengambilan keputusan.

Sebelum memutuskan berinvestasi saham, kita perlu mengetahui 2 jenis saham yang bisa kita pilih di pasar modal :
1. Saham biasa (Common Stock)
Merupakan saham yang dapat diklaim berdasarkan profit dan loss yang didapatkan dari perusahaan tersebut. Jika perusahaan mendapatkan keuntungan, maka pemegang saham berhak mendapatkan keuntungan tersebut sesuai dengan banyaknya saham yang ditanamkan. Dan jika perusahan mengalami kerugian, pemegang saham biasa juga akan menerima kerugian tersebut sebesar investasi saham yang dimiliki.

Belajar Trading Saham

2. Saham Preferen (Preferred Stock)
Perbedaan yang terlihat dari pemegang saham preferen dan saham biasa adalah, jika perusahaan mengalami kerugian, maka pemegang saham preferen mendapatkan prioritas utama dalam pembagian hasil asetnya.

Pemilik saham preferen dapat menukar sahamnya menjadi saham biasa melalui kesepakatan antara perusahaan dan si pemilik saham tersebut.

Setelah memutuskan untuk memilih jenis saham yang akan dimiliki, dimanakah saham tersebut bisa kita dapatkan? Perusahaan seperti apakah kita bisa menginvestasikan saham kita?

Disini perusahaan itu sendiri terbagi menjadi dua, yaitu perusahaan terbuka dan perusahaan tertutup.

Perusahaan tertutup, sahamnya hanya dimiliki oleh orang-orang tertentu saja. Dan saham tersebut  biasanya tidak diperdagangkan di pasar modal. Untuk perusahan terbuka, saham mereka diperdagangkan secara bebas kepada publik di pasar modal. Biasanya perusahaan ini memiliki akhiran Tbk. dibelakang nama perusahannya (contoh: PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk.)

Di perusahaan terbukalah kita bisa menginvestasikan saham kita. Dan sebagai pemula yang baru saja belajar menginvestasikan saham, baiknya kita membeli saham dari perusahaan yang memiliki reputasi tinggi. Perusahaan yang mencari modal dengan menjual saham di bursa efek tersebut disebut juga dengan emiten.

Belajar Trading Saham

Kita bisa memilih Saham dari setiap perusahaan/ emiten  berbeda-beda sesuai dengan jenisnya :
- Seperti yang dijelaskan diatas, baiknya kita membeli saham dari perusahaan besar yang memang menjadi market leader, serta memiliki penghasilan yang stabil dan pembayaran dividen yang konsisten. Nah, saham dari perusahaan tersebut dinamakan BlueChip Stocks.

- Counter Cyclical Stocks, adalah saham yang tidak terpengaruh oleh perubahan kondisi ekonomi makro maupun situasi bisnis yang terjadi. Dan nilai saham ini bisa tetap tinggi meskipun terjadi resesi ekonomi, karena perusahaannya memiliki pendapatan yang tinggi dan bisa memberikan dividen kepada pemegang sahamnya.

- Ada juga perusahaan yang memiliki kemampuan membayar dividen  lebih besar atau diatas rata-rata dividen dari tahun sebelumnya. Saham ini disebut juga Income Stock,  dimana kita bisa mendapatkan pendapatan lebih besar dari saham ini.

- Saham yang terdiri dari well-known dan lesser-known company. Dimana kita memiliki saham dari perusahaan atau emiten  yang memiliki pertumbuhan pendapatan yang tinggi dan menjadi market leader, dan saham dari emiten yang bukan market leader dalam industrinya namun berkembang pesat juga. Saham ini disebut juga sebagai Growth Stocks.

- Saham yang kita beli dari perusahaan yang memiliki potensi pendapatan yang tinggi dimasa depan, meskipun masih belum pasti ini dikenal sebagai Speculative Stocks. Meskipun perusahaan tersebut belum memiliki pendapatan yang rutin setiap tahunnya, namun dimasa depan ada potensi untuk berkembang.

Kenapa kita harus berinvestasi di saham? Dan keuntungan apa saja yang bisa kita dapatkan?

Dengan berinvestasi di saham, kita bisa mendapatkan keuntungan yang tidak berbatas. Keuntungan itu bisa diperoleh berupa :
- Keuntungan yang diambil dari selisih harga jual saham yang lebih tinggi dari harga belinya, atau disebut juga Capital Gain. Dan besarnya keuntungan yang didapat tergantung dari berapa besar saham yang dimiliki.

- Pembagian Dividen tunai dari sebuah perusahaan. Keuntungan ini kita dapatkan bila kita membeli saham dari perusahaan yang memiliki pendapatan yang konsisten dan tinggi.

Belajar Trading Saham

Dua keuntungan itu bisa kita dapatkan selama tidak ada suatu hal buruk terjadi, seperti kebangkrutan atau penurunan harga saham terus menerus yang terjadi pada perusahaan yang kita beli sahamnya.

Meskipun bagi sebagian orang menganggap investasi saham tidak menguntungkan karena tidak adanya kepastian dari pergerakan harga yang terjadi di pasar modal/ market. Tapi investasi saham sangat mudah untuk dilakukan.

Faktanya, investasi saham bisa dilakukan oleh siapa saja

Banyak orang mengira, orang-orang yang bermain saham harus dari kalangan yang memang mengerti atau memiliki pengetahuan finansial, atau hanya orang-orang kaya saja. Faktanya, siapapun bisa menjadi investor saham. Mau seorang pelajar/ mahasiswa, pebisnis, karyawan swasta/ negeri, ibu rumah tangga, selama kita memiliki modal, kita bisa menjadi investor saham.

Tidak perlu menggunakan modal yang besar

Sekarang ini Bursa Efek Indonesia (BEI) sedang menjalankan program “Yuk Nabung Saham” untuk menarik minat masyarakat untuk berinvestasi dalam saham. Sesuai dengan programnya yang mengusung “menabung”, pada umumnya tidak harus dengan jumlah sangat besar.

Jika dulu kita harus memiliki dana hingga puluhan juta hanya untuk membuka rekening efek di perusahaan sekuritas, sekarang kita hanya perlu mengecek harga saham per perusahaan dan membeli saham tersebut sesuai dengan kemampuan kita.

Belajar Trading Saham

Faktor liquiditas yang tinggi

Jika kita berinvestasi property atau emas, biasanya keuntungan kita dapat dengan cara menjualnya kembali dengan harga yang lebih tinggi, dan proses perpindahan kepemilikian biasanya akan memakan waktu. Lain halnya dengan saham, di bursa efek saham yang kita miliki bisa kita cairkan dengan mudah hanya dalam hitungan detik saja. Hal ini dikarenakan liquiditas aset yang bergerak dalam market sangat tinggi.

Dengan semua informarsi mengenai saham yang dijabarkan diatas, kita jadi lebih mudah belajar mengenai saham dan apa saja keuntungan yang kita dapatkan. Masih ragu untuk berinvestasi di  saham?  Ayo, Terus tambah wawasan dan pengetahuanmu mengenai dunia financial dan mulai beralih ke investasi saham sekarang.

Recommendation From Expert :
1. Dengan berinvestasi di saham, Anda bisa mendapatkan keuntungan yang lebih baik dari pada menabung deposito biasa, karena keuntungan yang didapatkan bisa dari berbagai aspek. Pelajari aspeknya dan jangan cari saham yang terancam rugi

2. CALL atau Whatsapp dan hubungi CAT Institute dengan Karlina, +62 821 66 66 6500